Minggu, 07 Maret 2010

materi 5 tataniaga : Margin dan biaya tataniaga

Pendahuluan

Secara teoritis harga terbentuk pada pertemuan produsen dengan konsumen secara langsung. Harga pasar yang terbentuk merupakan perpotongan antara kurva penawaran (S) dengan kurva permintaan (D), yang merupakan hasil tawar menawaran antara petani (produsen) dengan konsumen pada suatu titik keseimbangan (equilibrium).

Pada kenyataannya pemasaran hasil pertanian yang diproduksi pada sentra produksi yang tersebar sangat jauh dari tempat konsumen (baik itu perdagangan dalam suatu daerah, antar daerah (pulau), bahkan antar negara). Atau dengan kata lain jarang sekali (sangat sedikit) produsen berhadapan langsung (melakukan transaksi) dengan konsumen akhir. Oleh sebab itu perlu mempelajari margin pemasaran dalam tataniaga pertanian. Margin pemasaran ditinjau dari dua sisi, yaitu pandangan harga dan biaya pemasaran.

Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses transfer barang (produk) dari tangan produsen samapi ketangan konsumen akhir.

Pembiayaan pemasaran adalah pembiayaan kegiatan dan investasi modal terhadap barang dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam proses tataniaga.

Besar kecilnya biaya tataniaga hasil pertanian tergantung dari volume (besar kecilnya) lembaga-lembaga tataniaga melakukan kegiatan fungsi-fungsi tataniaga, dan jumlah fasilitas yang diperlukan dalam proses transfer barang.

Misal: biaya tataniaga padi akan lebih besar dari biaya tataniaga sayur-sayuran (bayam dan kangkung), karena fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemsaran pada dua komoditi yang berbeda ini juga berbeda. Pada tataniaga padi lembaga pemasaran yang terlibat akan melakukan fungsi-fungsi tataniaga yang memerlukan biaya yang lebih besar, seperti: mengumpulkan padi dari berbagai petani, penyimpanan (memerlukan biaya gudang), pengolahan padai menjadi beras (biaya pengolahan), pengagungkatan, pengepakan (kemasan), dan lain-lain. Sedangkan tataniaga sayuran pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran lebih sederhana, misalnya setelah sayuran dipetik dapat langsung dipasarkan ke pedagang pengecer.

Semakin banyak lembaga tataniaga yang terlibat dalam pemasaran suatu produk (atau dapat disebut semakin panjang saluran tataniaga), akan dapat diperkirakan akan semakin tinggi biaya pemasaran komoditi tersebut, karena semua lembaga tataniaga yang terlibat tersebut akan mengambil balas jasa berupa keuntungan (profit) dari kegiatan tataniaga yang dilakukan, dan biaya ini akan dibebankan kepada konsumen akhir.

Meningkatnya biaya tataniaga tidak menjadi indikator bahwa pemasaran suatu komoditi tidak efisien. Jika peningkatan biaya tataniaga yang diikuti oleh peningkatan kepuasan konsumen (misal peningkatan kualitas barang), maka tataniaga komoditi tersebut tetap dikatan efisien. Tetapi peningkatan biaya tataniaga yang tidak diikuti oleh peningkatan kepuasan konsumen, maka pemsaran komoditi tersebut dapat dikatakan tidak efisien.

Jenis-jenis biaya tataniaga:

1. Biaya persiapan dan pengepakan produk (Preparation and packaging cost), kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam komponen ini adalah:

Ü Pembersihan

Ü Sortasi dan grading

Ü pengepakan

2. Biaya penanganan (handling cost), mencakup kegiatan-kegiatan:

Ü Penimbangan

Ü Pengepakan ulang produk pada pedagang perantara

Ü Bongkar dan muat produk dari alat angkut

Ü Sortasi dan grading ulang oleh pedagang

3. Biaya pengangkutan (transportation cost), mencakup:

Ü Biaya angkut per unit produk (jika menggunakan angkutan umum)

Ü Biaya bahan bakar, perbaikan alat angkutan

Ü Asuransi dan pajak yang harus dibayar dari angkutan

Ü Biaya lain-lain selama produk dalam perjalanan

4. Kehilangan produk (product losses), yaitu kehilangan atau penyusutan produk yang terjadi selama pengankutan, penyimpanan atau akibat kegiatan-kegiatan lain seperti pada waktu pencucian, handling, sortasi dan grading yang dilakukan. Biaya kehilangan produk dihitung dengan mengasumsikan produk yang hilang tersebut terjual.

5. Biaya penyimpanan (storage cost), mencakup:

Ü Biaya fisik penyimpanan akibat penggunaan tempat penyimpanan, seperti penyusutan gedung, keamanan, listrik, dll

Ü Biaya perbaikan kualitas produk selama penyimpanan, seperti biaya pembelian bahan-bahan kimia.

Ü Biaya yang termasuk dalam biaya kehilangan produk

Ü Biaya finansial (financial cost) yang harus diterima pemilik produk selama produk dalam gudang penyimpanan.

6. Biaya pengolahan (processing cost), mencakup seluruh biaya yang digunakan dalam proses transformasi produk primer menjadi produk olahan, seperti bahan bakar, tenaga kerja, penyusutan alat.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam biaya pengolahan adalah faktor konversi produk primer menjadi produk olahan, seperti 1 kg padi dikonversikan dengan 65-70 persen beras setelah di huller.

Untuk menghitung biaya pengolahan perlu diketahui:

Ü Faktor konversi

Ü Jumlah (kuantitas) produk

Ü Biaya pengolahan

7. Fees, commissions and unofficial payments, mencakup biaya-biaya yang dibayar oleh lembaga pemasaran, seperi biaya-biaya pengurusan izin usaha, biaya komisi yang dibayarkan kepada agen dan pedagang besar, serta biaya-biaya tidak resmi lainnya yang dibayarkan oleh lembaga pemasaran selama proses pemasaran produk.

Margin Pemarasan (marketing margin)

Margin pemasaran dapat didefenisikan dengan dua cara, yaitu:

1. margin pemasaran merupakan selisih antara harga yang dibayar konsumen akhir dengan harga yang diterima petani (produsen).

2. margin pemasaran merupakan biaya dari balas jasa-jasa pemasaran.

Harga yang dibayar konsumen akhir merupakan harga di tingkat pedagang pengecer. Bila digambarkan dalam suatu kurva, maka keseimbangan harga ditingkat pengecer merupakan perpotongan antara kurva penawaran turunan (derived supply curve), dengan kurva permintaan primer (primary demand curve). Sedangkan kesesimbangan harga ditingkat petani perpotongan antara kurva penawaran primer (primary supply curve) dengan kurva permintaan turunan (derived demand curve). Atau dapat digambarkan dengan:

Keterangan:

Sd = derived supply (kurva penawaran turunan = penawaran produk di tingkat pedagang)

Sp = primary supply (kurva penawaran primer = penawaran produk ditingkat petani)

Dd = derived demand (kurva permintaan turunan = permintaan pedagang atau pabrik)

Dp = primary demand (kurva permintaan primer = permintaan konsumen akhir)

Pr = harga ditingkat pedagang pengecer

Pf = harga ditingkat petani

MM = margin pemasaran (marketing margin = Pr – Pf)

Q* = kuantitas (jumlah ) produk yang ditransaksikan, yaitu sama ditingkat petani dan

ditingkat pengecer.

Komponen margin terdiri dari dua bahagian, yaitu:

1. biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemsaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemsaran, yang disebut dengan biaya pemsaran atau biaya fungsional (functional cost)

2. keuntungan (profit) lembaga pemasaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar